Archives for category: Islam

Malam tahun baru saya habiskan di jalan. Bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk ambil barang dagangan, huehehe. Yang menarik adalah, di bilangan Kampung Melayu saya mendapati dua lokasi tabligh akbar secara bersamaan.

Lokasi pertama, jalan ditutup total jadinya saya tidak bisa lewat sama sekali. Lokasi yang kedua ada di jalan raya sekitar 300 meter dari utara Rumah Sakit Hermina.

Nah, saya lewat pertama sekitar pukul 21:00. Jamaah sudah berkumpul dan duduk dengan rapi, tetapi belum ada kegiatan apa-apa. Di panggung yang didirikan tidak terlihat seorang pun duduk ataupun memberi tausyiah. Dari speaker yang alakadarnya terdengar lantunan qasidah yang cukup menarik perhatian. Meski cuaca mendung, dingin, dan turun gerimis kecil, jamaah tetap duduk di tempatnya dengan tenang.

Kemudian saya lewat lagi sekitar pukul 22:10. Jamaah tidak bertambah banyak, tidak pula berkurang. Gerimis mulai berhenti. Dari speaker yang sama masih terngiang lagu yang sama. Bedanya, sekarang sang habib yang tampan beserta “pengawalnya” (saya tidak tahu siapa mereka dan apa andil mereka di situ, tolong koreksi ya) sudah duduk manis di panggung. Mereka duduk diam dengan tatapan kosong melihat ke arah jamaah. Tak ada ucapan kata sedikit pun. Oh iya, pemandangan menarik tersebut menarik perhatian pengguna jalan. Saya dan pengguna jalan lain memperlambat laju kendaraan untuk melihat acara tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, saya lewat jalan yang sama (oh jangan tanya kenapa saya lewat jalan yang sama tiga kali: saya nyasar). Pemandangan yang sama masih terlihat! Habib duduk manis, musik qasidah dari speaker masih terngiang. Jamaah tidak bertambah dan tidak juga berkurang, tetap duduk manis.

Subhanallah! Saya jadi heran, apakah seperti itu yang namanya tabligh akbar?

Advertisements

Saya berlangganan newsletter dari KonsultasiSyariah.com, dan edisi ini bagus untuk dibagi. Berikut isi surel tersebut.

PROLOG

Praktek Perbankan Syariah Melanggar Fatwa DSN MUI

Tidak semua klaim yang dikemukakan bank syariah telah sesuai dengan
bukti praktek di lapangan. Agar dikatakan layak secara syariah, bank
syariah menyatakan dirinya telah sesuai dengan fatwa DSN MUI. Namun,
lain dikata, lain realita, ternyata banyak praktek bank syariah yang
bertentangan dengan fatwa DSN MUI.

Untuk membuktikan hal itu, mari kita adakan perbandingan antara fatwa
DSN (Dewan syariah Nasional) MUI dengan praktek yang diterapkan di
perbankan syariah. Semoga perbandingan ini menjadi masukan positif bagi
semua kalangan yang peduli dengan perkembangan perbankan syariah di
negeri kita.

Fatwa Pertama: Tentang Murabahah Kontemporer. Read the rest of this entry »