Archives for category: Share

Belakangan ini saya dan Aga berjualan stiker Universitas Indonesia. Habisnya, sejauh ini belum ada stiker UI yang keren seperti buatan institut sebelah. Gemes aja gitu. Dengan font yang luar biasa ditambah beberapa bumbu dari Aga, jadilah satu desain stiker yang lain dari yang sudah ada.

Kembali ke jualan stiker. Ada hal menarik yang perlu diperhatikan saat berjualan: pembeli kita sesungguhnya senang memberi.

2013-07-23 11.22.35

Saya menjual stiker ini dengan 2 harga: harga yang pertama 20 ribu rupiah, dan yang kedua 12 ribu rupiah. Skema penjualannya juga tiga opsi:

1. Harga 12 ribu rupiah dan lebih murah jika membeli banyak,

2. Harga 20 ribu rupiah dengan embel-embel “desain baru dan menarik,”

3. Harga 20 ribu rupiah dengan janji bahwa sebagian dari hasil penjualan akan disumbangkan ke Sekolah Master.

Dari ketiga skema itu, hasil penjualan opsi 1 hanya 1 lembar dalam 3 hari terakhir; opsi 2 laku 5 lembar dalam waktu 2 jam; dan opsi 3 laku 2 lembar dalam waktu 10 menit.

Wow! Sebagai gambaran, teman-teman saya menjual stiker sejenis (kami menjadi produsen, teman-teman sebagai reseller) seharga 20 ribu rupiah tanpa embel-embel Sekolah Master. Tetapi ketika dijual 12 ribu rupiah, tidak ada yang melirik. Bahkan yang ada justru menawar. Padahal sebagian hasil penjualan dari semua opsi tersebut akan digunakan untuk menyumbang Sekolah Master!

Ngomong-ngomong, saya sudah beberapa kali berjualan benda non-komoditas dengan janji sebagian dari hasil penjualan akan disumbangkan untuk kegiatan sosial. Hasilnya memang selalu lebih laris ketimbang yang hanya sekedar jualan saja.

Mungkin ada baiknya pembaca yang berniat jualan, menjanjikan kepada pembeli bahwa sebagian hasilnya disumbangkan untuk kegiatan sosial. Hitung-hitung beramal, dan membantu sesama.

Advertisements

Hello, readers. Here am I, start using English in this blog. Please support me for using and practicing English. Because I’ve no experience for writing in English before.

If you are a grammar nazi, don’t worry for blaming my very bad grammar. I would appreciate it.

Oh ya, I still use Bahasa Indonesia in my next post.

Here, I brought to you 2 TED video. Both of them are talking about innovation. The first one is about growth in America. The second one is about machine and technology: how we should deal with them.

Enjoy!

 

Manusia adalah makhluk super! Tentu bukan super seperti Superman dari Planet Crypton, tapi super karena daya pikir dan khayalnya yang luar biasa. Karena akalnya, manusia dapat membuat suatu peradaban luar biasa seperti yang ada saat ini. Perlu diketahui bahwa makhluk-makhluk sebelum manusia tidak ada yang bisa membuat gedung bertingkat 800 meter, bendungan sebesar Jatiluhur, atau membunuh jutaan ikan hiu. Makhluk sebelum manusia juga tidak dianugerahi oleh ilmu pengetahuan dan agama. Hebatnya lagi, semua ini dilakukan manusia dalam waktu hanya ~10.000 tahun. Dibandingkan dengan usia usia planet bumi yang mencapai 4 milyar tahun, angka 10.000 tahun tidak ada apa-apanya.

Munculnya teknologi mutakhir dan berbagai budaya yang menarik membuat manusia suka berkhayal. Seperti apa ya masa depan kita? Kalau Anda pernah membaca Doraemon yang berlatar waktu tahun 1970-an, digambarkan bahwa dunia abad 21 (saat ini) dipenuhi dengan mobil terbang, skateboard terbang, lift super cepat, hingga mesin waktu. Bahkan Doraemon memiliki baling-baling bambu, kan. Terlihat obsesi terbangnya besar sekali. Di film Back to the Future yang dibuat tahun 1980-an juga menggambarkan bahwa tahun 2015 dipenuhi dengan mobil terbang. Buku-buku science fiction Isaac Asimov juga memenuhi masa depan dengan mobil terbang super cepat. Asimov juga berkhayal bahwa pesawat akan bisa menjelajah antar planet dengan cepat dan murah.

Yang bikin sedih, semua prediksi terang-terbangan itu salah. Buktinya sampai detik ini rencana suatu industri untuk membuat “sesuatu terbang” tidak terdengar. Kalau diangkat ke media, mobil terbang juga sudah enggak greget lagi 😦

Kalau dikaji lebih dalam, menggunakan mobil terbang malah lebih banyak ruginya. Bayangkan saja jika kita harus menyediakan lahan untuk landasan pacu mobil. Pesawat membutuhkan landasan pacu sekitar 1 km. Mungkin mobil hanya membutuhkan 200 meter. Tapi 200 meter itu bukan “hanya”! Tak mungkin setiap keluarga memiliki satu landasan pacu. Jika pun ada landasan pacu berbayar, pasti orang akan mengantre panjang supaya mobilnya bisa terbang. Read the rest of this entry »

Fully developed strengths tend to make your weaknesses redundant

Read Quote of How to master your life on Quora

Baru malam ini saya kenal website bernama Quora. Website ini memungkinkan penggunanya bertanya ataupun menjawab tentang apapun (meskipun tentang apapun, sejauh ini pertanyaan yang saya temukan hanya seputar science). Keren deh, keren banget.

Lalu saya menemukan ini

 

Gile. Jawaban paling bahagia berasal dari Stanford University. Nampaknya semuanya menakjubkan, bagaikan surga. Lain halnya dengan jawaban dari Caltech: seram! Ada penjawab berkata, ujian paling menyedihkan di Caltech dan bikin putus asa adalah ketika sang profesor memberikan waktu pengerjaan ujian selama satu minggu, dan boleh membuka Google sebagai referensi. Kalau ujian seperti itu diberikan, artinya tidak mungkin dikerjakan, lol.

Monggo dibaca saja langsung di sini.