Archives for category: Film

Power is when we have every justification to kill, and we don’t

– Oskar Schindler

Sempurna. Mengharukan. Luar biasa.

Film ini berlatar waktu PD II. Mengisahkan Schindler, seorang pengusaha yang awalnya melindungi Yahudi-Yahudi kaya. Namun pada akhirnya ia mengorbankan seluruh hartanya untuk melindungi buruh-buruhnya yang juga Yahudi.

Ini film lama, tahun 1993 (well, saya telat). Nggak perlu panjang lebar, ini wajib ditonton.

Rating: 9,7/10

Minggu lalu orang tua saya membawakan film The Untouchable. Ceritanya tentang empat orang di Departemen Keuangan AS yang getol dalam menegakkan hukum. Film bikinan tahun 1987 ini beratar waktu tahun 1930an.

Kisah dimulai dari kasus peledakan bom di sebuah bar yang menewaskan seorang anak. Bom itu adalah kiriman dari Al Capone. Dia seorang mafia besar yang memiliki usaha bisnis minuman keras dan tidak pernah membayar pajak.

Sampai suatu ketika, diberlakukan peraturan bahwa minuman keras–dan segala hal yang menyangkut miras–merupakan hal ilegal. Jadilah bisnis Al Capone sebagai bisnis ilegal.

Adalah Eliot Ness, seorang pegawai Departemen Keuangan. Idealismenya membuat dia bersumpah ingin menangkap Al Capone hidup-hidup atas bisnis ilegal dan tuduhan ngemplang pajak.

Hingga hari kedua setelah peledakan bom, Ness menggrebek gudang yang diyakini sebagai tempat timbunan miras milik Capone.

Sayang, ternyata rencana penggrebekan gudang itu sudah bocor sampai telinga Al Capone. Isi gudang sudah diganti dengan payung kertas. Kabar ini langsung tersebar lewat mulut dan media massa.

Ness dipermalukan media massa. Di kantor tempatnya bekerja, orang-orang mentertawai dan menggunjingkan dia. Bahkan di pintu ruang kerja Ness ditempeli potongan koran yang berisi berita kegagalan Ness.

Namun Ness tidak berhenti sampai di situ. Karena sudah telanjur bersumpah, dia rela mempertaruhkan nyawa dirinya–bahkan keluarganya–demi menangkap Al Capone.

Sampai akhirnya Ness bertemu seorang pensiunan polisi, akuntan, dan perwira muda yang bersedia mempertaruhkan nyawa demi menangkap bajingan besar itu.

Hingga akhirnya Al Capone didakwa atas pengemplangan pajak sebesar US$ 3 milyar. Read the rest of this entry »