Ada yang konyol dengan mata pelajaran matematika kelas 3 di kurikulum KTSP. Kesan yang saya tangkap, sangat wagu.

Pertama, anak-anak sudah belajar penjumlahan dan pengurangan di kelas satu. Saat kelas dua, penjumlahan dan pengurangan sudah diajarkan cara meminjam. Perkalian dan pembagian juga sudah diajarkan di kelas 2. Namun mata pelajaran matematika siswa kelas 3 hanya mempelajari garis bilangan, penjumlahan dan pengurangan (lagi), serta perkalian pembagian (lagi)!

Alhasil, latihan soal sesulit apa pun, mereka akan mendapatkan nilai 100. Setiap kali dijelaskan, mereka juga akan bosan. Karena sudah bosan, akhirnya mereka ngobrol.

Tetapi inilah yang harus diajarkan untuk satu semester ganjil.

Saya tak tahu bagaimana dengan kurikulum 2013 yang nampaknya lebih acak lagi ketimbang kurikulum KTSP. Yang jelas, penyusunan kurikulum yang konyol seperti ini sungguh-sungguh tidak manusiawi. Untuk apa anak kelas 1 diajarkan penjumlahan dan pengurangan kalau toh di kelas 3 masih belajar penjumlahan dan pengurangan?