Sore tadi ada anak mencari buku tentang sains. Wah, tumben-tumbenan nih. Disodorkan beberapa buku mulai dari RPAL sampai semacam ensiklopedi ringan. Tapi dia berkata, “Buku yang ada soalnya, Kak.”

Saya bilang tidak ada. Soalnya di Bulian sendiri memang tidak ada buku pelajaran semacam itu. Saya bilang kalau dari buku-buku pop semacam “Hewan Berduri dan Beracun” atau ensiklopedi makhluk hidup bisa dibuat soal. Guru pun mungkin bakalan kesengsem kalau soal yang dibuatnya di luar mata ajar yang ada di sekolah. Tapi mereka seperti tidak berminat.

Ya sudah, saya sedikit menyerah. Lalu saya coba cari tahu mereka sedang belajar bab apa, siapa tahu buku untuk menyusun soalnya bisa dicocokkan. Mereka hanya menggeleng-geleng kecil. Dalihnya lupa sedang belajar apa. Bagaimana kalau itu merupakan indikasi anak tidak memahami dan menyukai apa yang dipelajari di sekolah?

Uhm, sedih deh rasanya. Datang ke sekolah tapi tidak paham apa pelajaran yang sedang dibahas. Mereka juga tidak berminat untuk menggali lebih dalam materi yang ada di sekolah. Meskipun membuat soal bukan perkara mudah, tapi toh sebenarnya bisa membuat soal dari buku-buku selain buku pelajaran.

Misalnya jika mereka sedang belajar tentang macam-macam energi dan bentuk perubahan energi. Siapa tahu di buku sekolah tidak ada penjelasan mengenai panel surya. Kalau mereka ingin iseng dikit, bisa saja setelah baca ensiklopedi ringan tentang energi mereka bisa membuat soal “Apa alat yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik? Bagaimana cara kerjanya?” Guru mana coba yang tidak senang punya murid seperti itu?

Memang tidak mudah untuk membentuk anak yang kasmaran terhadap apa yang sedang dipelajarinya. Tapi itu bukan tak mungkin kok. Sangat mungkin.