Setahun sudah pemerintah ribut-ribut menaikkan harga BBM. Tapi setahun itu pula cuma wacana.

Jika harga BBM benar-benar dinaikkan, sesungguhnya itu menjadi momentum yang tepat buat pemerintah untuk menggenjot pembangunan (kalau mau). Kalau harga BBM dinaikkan, pemerintah bisa menggenjot perbaikan infrastruktur jalan di daerah. Kalau harga BBM dinaikkan, Pemprov DKI Jakarta bisa memberi dukungan penuh kepada pengusaha angkot. Kalau harga BBM dinaikkan, subsidinya bisa dialokasikan untuk pos anggaran lain (kalau mau). Kalau harga BBM dinaikkan, peneliti-peneliti Indonesia bisa mengembangkan energi terbarukan.

Hemat saya, enggak usah lah ada dua harga BBM. Nanti yang ada malah diselewengkan. Misalnya angkot malah digunakan untuk membeli BBM murah, kemudian ditimbun.

Pilih mana?