Alkisah, saat registrasi akademik saya memilih dosen fisika dasar bernama Sutarto. Katanya, ngajarnya enak dan enggak pelit nilai.

Ternyata double combo max. Dosen-yang-semula-saya-kira-tua-bangka-namun-muda-dan-gaul ini pintar dan kreatif.

*****

1. Gaul

Punya banyak akun media sosial. Mulai dari facebook, twitter, LINE, sampai Path punya. Gadgetnya Apple semua.

2. Pengetahuannya tentang sains menakjubkan

Saat pertama kali perkuliahan, biasanya dosen langsung masuk ke materi. Ada juga yang membahas persentase nilai atau ngobrol ngalor-ngidul. Pak Sutarto ini kebalikannya. Beliau justru bercerita mengenai perkembangan sains dari masa Yunani Kuno sampai era Einstein.

Sekitar dua jam beliau bercerita dengan penuh semangat. Mungkin mahasiswa yang kurang berminat dengan sains tidak terlalu tertarik. Tapi buat saya ini menarik banget. Beliau memahami mulai dari teori kuno yang dikemukakan Leucippus, sampai asal mula Newton menemukan F = m.a (karena Galileo melakukan percobaan dan menuliskan idenya mengenai gerak jatuh bebas, dan gerak lainnya).

Beliau juga membawa film dari NOVA tentang hukum gravitasi. Tak cuma video itu, di sela-sela presentasi ada cuplikan video dari film The Matrix yang menganalogikan gerak lurus berubah beraturan.

Bacaan Pak Sutarto mengenai sains juga banyak. Lalu waktu kemarin saya sok-sokan diskusi mengenai mesin teleportasi, beliau juga tau banyak hal! Seperti “pemindahan roh” yang tidak masuk akal, energi yang dibutuhkan, dan sebagainya.

3. Gadget Apple-nya bukan cuma buat pamer

Gadget Apple terkenal dengan kemudahannya. Sejauh yang saya ketahui hanya kemudahan user interface. Begitu Pak Tarto membawa gadgetnya… ternyata secara hardware juga sangat-sangat mudah.

Suatu ketika Pak Tarto enggak bawa MacBook, tapi beliau bawa iPad. Coba tebak apa yang dia lakukan. Dia mencolokkan konektor VGA proyektor ke port 30-pin di iPad-nya. Lewat iPad, dibuka slide powerpoint materi hari itu, dan membawakan kuliah. Dari iPad-nya Pak Tarto juga memutar film tentang sains. Dari iPad bisa langsung nyolok ke proyektor!

Keajaiban konektor VGA Pak Tarto enggak cuma buat iPad dan MacBook. Selasa kemarin Pak Tarto membuat eksperimen dengan Newton meter. Dia melakukan percobaan di depan kelas. Karena percobaan di depan kelas, dia memutar otak supaya yang di belakang tetap bisa melihat percobaan. Dia menggunakan iPhone miliknya sebagai kamera. Dicolok konektor VGA proyektor ke port 30-pin di iPhone. Diletakkannya iPhone di tripod yang dibawanya. Dinyalakan proyektor, dan seluruh kelas bisa melihat dengan jelas percobaan tersebut!

4. Pakai eksperimen sebagai pengantar kuliah

Percobaan Newton Meter untuk memahami prinsip Archimedes di atas adalah salah satu contoh eksperimen yang pernah dilakukan. Yang lainnya:

Bakar uang!

Pak Tarto membawa uang pecahan 2 ribu, 10 ribu, dan 50 ribu. Tak lupa dia membawa gelas, spiritus, lilin, dan air mineral. Pak Tarto akan membuktikan bahwa percobaan kali ini uangnya tidak akan terbakar.

Langkahnya, merendam uang ke dalam air. Sebentar saja, yang penting benar-benar basah. Selanjutnya dicelupkan uang basah tersebut ke dalam spiritus. You harus tahu, kalau daya bakar spiritus besar sekali.

Uang yang sudah dicelupkan ke dalam spiritus tersebut dibakar di atas nyala lilin! Apinya terang sekali, berwarna biru! Setelah apinya habis, uangnya masih seperti baru. Tidak ada tanda-tanda gosong terbakar!

Kemudian Pak Tarto menjelaskan bahwa peristiwa tersebut adalah pengantar kuliah kalor. Diberitahunya bahwa uang tidak terbakar karena pada uang yang sudah dicelup-celup itu kini memiliki 2 lapisan pelindung: lapisan terluar terdiri dari spiritus, lapisan tengah air, dan terdalam baru uang kertasnya. Saat dibakar, kalor jenis air yang sangat tinggi mampu menyerap panas yang dihasilkan oleh api. Hasilnya uang tidak terbakar karena apinya sudah “habis” duluan oleh lapisan air.

5. Profesional dan tepat waktu

Kuliah pertama, beliau telat ~3 menit. Di kuliah-kuliah selanjutnya, dia datang sebelum jam 10. Kuliah pun benar-benar selesai jam 12.30 siang. Di saat kuliah, tanpa henti (ya biasanya istirahat 10 menit) Pak Tarto ngoceh. Hebat betul.

*****

Begitulah kalau seorang dosen punya passion yang sangat besar akan ilmu yang didalaminya. Cara mengajarnya jadi super asyik, lain dari yang lain.

Yang paling penting, enggak pelit nilai juga😛