Februari lalu saya melihat baliho ini di depan Departemen Pertanian, Ragunan.

Image

Balihonya begitu aja. Tapi bikin ngikik😛 Lihat aja potongan gambar manggisnya enggak rata. Lalu maksud utama dari baliho tersebut juga enggak jelas. Menyuruh masyarakat membeli buah tropis? Menyarankan “secara sembunyi-sembunyi” supaya orang-orang beralih dari buah belahan utara atau selatan ke buah tropis? Menyarankan masyarakat mengonsumsi buah tropis yang belum matang (baca: rasanya asam) karena “buah tropis tidak sekedar manis”? Atau ternyata kalimat di baliho itu masih ada lanjutannya “…Tapi juga mahal!” eh?

Duh, entahlah. Hanya Tuhan dan pembuat balihonya yang tahu😛