Teman-teman saya, baik alumni SMA 8 ataupun yang masih bersekolah di sana bercuit-cuit di twitter. Katanya ada banyak perubahan makro di sana. Makin norak, eh.

Ruang piket tahun 2009

Ruang piket tahun 2009. Foto milik saya.

1a

Ruang piket dari samping, di tahun 2009, di hari yang sama. Foto milik saya.

1b

Ruang piket hilang! Tahun 2013. Foto milik Sahilaushafnur Rosyadi

1c

Ruang piket hilang! Tahun 2013, foto milik M. Iqbal Tawakkal

2

Teras. Tahun 2009. Ada mimbar di kiri, di belakang ada pintu yang membingungkan, dan di bawah papan SMA Negeri 8 Jakarta belum ada taman.

2a

Teras tahun 2013. Tembok di belakang mimbar diruntuhkan, tersisa tiang-tiangnya. Bahkan mimbar tempat Pak Khotib ceramah juga hilang. Foto milik M. Iqbal Tawakkal

3

Ini SMA Negeri 8 Tahun 2009. Foto dari internet, bp2.blogspot. Kesannya dingin sekali.

3b emirst-files

Ini tahun 2011. Papan SMA Negeri 8 jadi biru. Ada taman di bawah papan. Mimbar masih ada. Cat bertambah dingin.

3a

Ini April 2013. Foto dari @MuhammadFLatief. Mau dicat jadi hijau terang. Tamannya enggak terawat, kayaknya makin gersang aja.

Itu beberapa perubahan yang ada di 8. Kalau dilihat-lihat setiap pergantian kepala sekolah selalu ada perubahan sesuai keinginan Kepsek. Kalau era Pak Nanang (kebetulan saya masuk 8 tahun 2009. Era beliau 200x-2011) bangunan SMA Negeri 8 berkesan dingin.

Saking dinginnya, kesan pertama yang muncul di benak saya mengenai SMA Negeri 8 adalah “Gila, gw gak bisa hidup di sini.”

Kemudian era Bu Wieke, cat gedung menjadi tambah pucat. Menambahkan kesan dingin. Walaupun cat bangunan pucat, Bu Wieke menyeimbangkannya dengan menambah pepohonan dan tetumbuhan di mana-mana. Semua sudut diberi pot yang berisi tanaman-tanaman mahal. Ada rumor, kalau untuk beli tanaman saja habis belasan juta. Bu Wieke nampaknya juga suka menghabiskan uang banyak untuk keindahan. Ditambahlah air terjun di kantin.

Era Bu Nahdiyana, setelah saya lulus ini. Kabarnya beliau baru menjabat awal 2013 ini. Meski tergolong baru, tapi banyak perubahan yang mulai terlihat. Antara lain foto di atas, seperti penghilangan beberapa tembok-tembok. Juga perubahan cat yang menjadi lebih dingin dan ramah.

Nah, saya dulu merasa di 8 jadi berkembang karena atmosfernya yang dingin, memaksa saya buat berjuang lebih biar bisa survive. Enggak tahu ya, bagaimana pendapat teman-teman yang lain. Seiring bergantinya atmosfer menjadi lebih lunak, hmmm… Apakah ada kemungkinan 8 jadi enggak segreget dulu?

Entahlah, yang jelas menarik untuk dijadikan bahan studi.