Suatu hari di ruang baca, saya merasa sumpek. Ruangannya pengap sekali. Jelas lah sumpek, semua lubang udara di ruangan itu ditutup. Maka saya buka satu pintu di sisi timur.

Meskipun sudah dibuka, angin yang masuk tidak cukup deras. Alhasil ruangan tetap terasa pengap. Kesal, maka saya buka satu jendela di sisi barat.

Wah! Secara tiba-tiba udara jadi lebih segar! Ingin lebih segar lagi, maka saya buka 2 jendela di sisi barat.

Seketika ruangan dipenuhi oleh udara segar. Karena masih ada lubang udara yang belum dibuka di sisi barat, maka saya buka lah pintu di sisi barat. Wuuusshhhh! Buku-buku dan kertas-kertas di ruang baca beterbangan seketika.

*****

Ilustrasi di atas adalah kisah nyata lho. Coba saja sendiri ya kalau tidak percaya.

Dari ilustrasi di atas, anggaplah angin adalah uang kita; pintu di sisi timur adalah penghasilan kita; 4 lubang angin di sisi barat adalah pengeluaran kita. Kalau kita ingin kaya, hartanya jangan diendokin. Tapi buatlah harta tersebut mengalir.

Bukalah pengeluaran yang besar. Tentunya bukan hanya untuk hal konsumtif. Bukalah pengeluaran untuk beramal, memberi, atau membelanjakan produk legal (membelanjakan produk ilegal sama aja bohong, karena duit yang lewat nantinya tidak ada yang masuk pajak. Pemilik produk aslinya juga tidak mendapatkan keuntungan apa-apa).

Kalau pengeluaran sudah dibuka, rasanya pemasukan akan mengalir deras juga. Banyak kok yang sudah membuktikan. Mulai dari orang biasa, sampai orang hebat seperti Bill Gates. Ohiya, Bill Gates menjadi orang terkaya nomor 2 dunia kembali karena menyumbangkan sebagian besar hartanya untuk kemanusiaan!

Kenapa orang yang memberi cenderung lebih kaya ketimbang yang tidak memberi? Nampaknya karena orang yang memberi banyak akan berpikir untuk bisa mendapatkan lebih banyak, dan memberi lebih banyak lagi. Tetapi sejauh ini saya belum mencari tulisan ilmiahnya. Mungkin ada di antara Anda yang ingin mencari?

*****

Sama seperti halnya air. Air di danau yang tidak mengalir, pasti akan lebih banyak penyakitnya ketimbang air sungai yang mengalir di pegunungan. Yang penting mengalir.

Oh iya, saya juga pernah mendengar ceramah kalau harta yang wajib dizakatkan adalah harta yang diam, bukan harta yang berputar. Misalnya tanah, atau emas, atau uang yang hanya disimpan di bawah bantal. Yang seperti itu wajib dizakatkan supaya hartanya berputar, semua orang bisa merasakan perputaran uangnya.

Lagipula sesungguhnya, harta itu yang penting cukup, kan? Bukan berlebihan?😀