Sebentar lagi tahun baru masehi! Berarti sebentar lagi liburan; perusahaan mulai tutup buku; dan semua bersuka-cita. Tapi, ada yang menghimbau supaya tidak merayakan tahun baru masehi. Hmm, apa yang salah ya?

Sebenarnya kalender matahari (masehi) sudah muncul bahkan sebelum masehi. Disebutlah kalender Julian. Dibentuk tahun ~45 SM. Kalender ini dibuat karena keberadaan empat musim di sana yang disebabkan revolusi bumi terhadap matahari. Nah, kalender ini diyakini paling pas digunakan karena dapat memprediksi datangnya musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur dengan lebih akurat.

Sementara di belahan Arab dan juga mendekat ke daerah tropis, kalender yang digunakan adalah kalender bulan. Ini karena musim di daerah tropis tidak seekstrim di belahan utara dan selatan. Coba saja lihat, di daerah tropis perbedaan cuacanya hanya musim hujan dan kemarau. Intinya: lebih woles. Selain itu kebiasaan melaut juga membuat masyarakat lebih mementingkan pasang-surut air laut yang bergantung pada posisi bulan. Muncullah kalender bulan.

Gitu lho asal mulanya. Bukan karena agama. Soalnya kedua kalender itu bahkan sudah muncul sebelum pembawa ajaran agama lahir. Jika kalender matahari dihubungkan dengan kelahiran Kristus (25 Desember sebagai kelahiran Kristus), itu saja masih banyak pihak yang skeptis mengenai kebenarannya.

Sumber: ScientificAmerican, Wikipedia, dan sumber lainnya.