Sore ini saya baru sempat baca majalah Intisari bulan Juli 2012 lalu. Eh, ada artikel tentang Situs Gunung Padang.

Semula saya kira Gunung Padang ada di Padang, Sumatera Barat. Ternyata terletak di Desa Karyamukti, Cianjur, Jawa Barat. Dalam bahasa Sunda, Gunung Padang artinya gunung terang.

Foto di atas adalah foto situs Gunung Padang. Situs ini terletak di ketinggian 895 meter dpl dan puncak tertinggi 1.000 meter dpl. Untuk mencapainya, pengunjung harus bercapai-capai menaiki 378 anak tangga dengan kecuraman 80 derajat. Atau kalau tidak mau berlelah-lelah naik tangga yang curam, bisa naik tangga yang melingkar. Jumlahnya 750 anak tangga saja😉

Nah, apa istimewanya Situs Gunung Padang?

Gunung Padang disinyalir ukurannya jauh lebih besar dari Borobudur. Bahkan jauh lebih tua daripada Piramida Giza. Itulah kabar yang dibawa dari tim peneliti geologi dan arkeologi di bawah Andi Arief, dari Staf Khusus Kepresidenan Bidang Bencana dan Bantuan Sosial.

Penelitian yang dimulai dari Desember 2011 hingga Maret 2012 itu meliputi berbagai metode, mulai dari citra satelit, georadar, geoelektrik, pengeboran, hingga analisis radioaktif C-14. Hasil penelitian tersebut sebagai berikut.

1. Situs tersebut adalah situs yang terjadi karena campur tangan manusia. Buktinya ada ribuan batu andesit (seperti batu Borobudur) yang tersebar di seluruh bukit. Batu alam itu disusun hingga membentuk bangunan. Batu tersebut juga disusun sedemikian sehingga mencegah terjadinya longsor pada punden berundak tersebut.

 Temuan tim geologi juga memperkuat bukti adanya campur tangan manusia. Menurut Andang Bachtiar, ditemukan pasir halus homogen. “Seperti sudah diayak,” ujarnya.

2. Dari segi usia, telah dilakukan uji radioisotop C-14 menggunakan alat Liquid Scintillation Counting. Hasilnya… usia Gunung Padang sudah 12,5 ribu tahun, alias dibangun pada 10,5 ribu sebelum masehi. Wow!

Piramida Giza saja dibangun 4500 tahun silam, alias dibangun pada ~2500 SM. Borobudur saja dibangun pada 760 Masehi. Whoa!

3. Luasnya luar biasa. Kalau luas Candi Borobudur 1,5 hektar, maka luas Gunung Padang mencapai 25 hektar! 16 kali lipatnya! Luas yang luar biasa itu diperkuat dari penemuan struktur batuan di sekitar bukit. Struktur itu tadi lho, yang memperkuat bukit untuk menghindari longsor.

Struktur punden berundak yang sudah terlihat saja luasnya 4 hektar. Itu sudah sangat luas, tidak ada punden berundak lain yang bisa menandingi. Lalu struktur lain yang masih tertutup dan belum digali (tetapi sudah diteliti menggunakan citra satelit) ternyata luasnya sampai 19 hektar. Gila!

Nah, kalau Piramida Giza dibangun untuk menaruh jasad raja Firaun; atau Borobudur dibangun untuk beribadat; atau Colloseum untuk arena olahraga, maka Gunung Padang dibangun sebagai situs pemujaan. Hal ini didasari bukti bentuk bangunannya yang di atas bukit, dan ditumpuk batuan. Khas budaya Indonesia masa prasejarah.

Oh iya, meskipun bangunan ini seperti piramida (dan candi), tetapi Ali Akbar, arkeolog dari Universitas Indonesia tidak ingin masyarakat menyebut Gunung Padang sebagai piramida. Ia menegaskan, ini adalah punden berundak. Kenapa punden berundak? Karena struktur bangunan Gunung Padang adalah bukit yang dibentuk. Gunung padang bukan piramida yang kopong di dalamnya. Pun bukan candi karena ini tidak dibentuk dari dasar seperti Borobudur.

Kabarnya, penemuan termutakhir tentang situs ini akan dikabarkan oleh pemerintah pada bulan ini. Kalau penelitian yang disebutkan di Majalah Intisari itu benar adanya, kita patut bersyukur dan berbangga dong sebagai bangsa Indonesia😉