Di setiap usaha, mulai dari makanan, minuman, furnitur, bahkan warung kelontong dibutuhkan promosi. Nama kerennya marketing. Kalau marketingnya bagus, efek sampingnya adalah penjualan tinggi.

Kemarin sore, saya mengendarai motor keliling Jakarta. Lalu di dekat lampu merah, ada tiga orang mas-mas yang membagikan selebaran. Ternyata brosur obral furnitur.

Eh, ralat, bukan membagikan, tapi memegang. Ketiga mas-masnya cuma memegang brosur tersebut, menunggu pengguna motor mengambilnya sendiri. Muka mas-masnya datar, bahkan ada yang asik ngobrol dengan orang lewat.

Alhasil brosur tersebut tetap menumpuk di tangannya. Cuma seorang dua orang yang mengambil.

Tapi, coba deh lihat distributor mobil. Promosinya baik di showroom maupun di pameran, pasti dibuat semenarik mungkin. Misalnya, salesnya seorang wanita. Lalu wanita itu ramah. Cara berbicaranya juga bisa membuat calon pembeli tertarik. Pokoknya klop!

Fakta 1: Marketing sangat berpengaruh pada penjualan

Contoh lainnya adalah perusahaan rokok. Perusahaan rokok tahu kalau rokok itu berbahaya. Bahkan perokok sendiri pun tahu kalau merokok itu membahayakan kesehatan.  Tetapi petinggi perusahaan rokok itu orang pintar. Supaya rokok tetap laku, mereka menggunakan strategi marketing yang baik. Misalnya iklannya dibuat seolah-olah perokok adalah seorang gentleman yang keren. Atau perokok itu kreatif dan kaya raya, misalnya.

Oleh karena itu konsumen harus kritis. Tidak boleh serta-merta menerima iklan dan promosi suatu produk.

Fakta 2: Marketing bisa membuat citra buruk menjadi indah🙂

Karena marketing “rokok itu keren” jauh lebih bagus ketimbang marketing “rokok itu berbahaya” (coba deh lihat iklan bahaya rokok, nggak ada yang bagus!) makanya penjualan rokok tetap tinggi dari tahun ke tahun.

Bahkan, perusahaan sekaliber Coca Cola yang sudah sangat-sangat terkenal tetap mengandalkan marketing supaya pelanggannya tetap setia. Buktinya mereka menggelontorkan 2,9 milyar USD hanya untuk iklan. Setara 2,9 trilyun rupiah! Demi marketing!

Fakta 3: Perusahaan besar tetap mengandalkan marketing! Tentu yang kecil-kecil tidak boleh kalah.