Pas makan siang sekeluarga, ibu cerita kalau penyanyi 80’an seperti Titi DJ dan Ruth Sahanaya rutin lari keliling GBK kira-kira 4 kali putaran untuk menjaga kualitas suaranya. Wow!

Dan gue jadi inget Jamiroquai.

Gue kenal Jamiroquai sekitar 4 tahun yang lalu. Simpel, karena lagunya bagus. Tapi belakangan ini–seiring dengan meningkatnya kecepatan internet–gue baru sadar apa yang bikin Jamiroquai itu true badass:

Performa saat live maupun di studio, sama bagusnya!

Sebagai contoh, ada music video dari Phoenix, grup band asal Perancis.

Video di atas versi studio-nya. Dan ini versi konsernya.

Ngebanting banget deh. Vokal si pemainnya kayak kehabisan nafas, dan nggak begitu bagus. Atau, coba lagi bandingkan Train dengan Hey Soul Sisternya. Berikut adalah versi studio dengan performa live-nya.

Atau Sting, penyanyi yang sama-sama berdarah Inggris seperti Jay Kay. Saat performa live, groove-nya kurang nendang.

Atau Level 42, yang sama-sama dari Inggris juga. Tapi saya rada maklum kalau performanya berkurang, soalnya Level 42 memang sudah tua banget.

Tapi kalau Jamiroquai… Gila, baik live maupun studio, suaranya nggak berubah!

Gila gila. Padahal dulu Jay Kay (penggagas Jamiroquai) sempat ditolak saat audisi vokalis Brand New Heavies. Padahal suaranya bagus, performanya nggak turun-turun!

Mungkin Jay Kay juga rajin olahraga berat.