Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatang Ajo Sidi kepadanya. Apakah Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek? Dan bualan itukah yang mendurjakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu aku tanya Kakek lagi. “Apa ceritanya, Kek?”

“Siapa?”

“Ajo Sidi.”

“Kurang ajar dia,” Kakek menjawab.

“Kenapa?”

“Mudah-mudahan pisau cukur ini, yang kuasah tajam-tajam ini, menggoroh tenggorokannya.”

“Kakek marah?”

“Marah? Ya, kalau aku masih muda, tapi aku sudah tua. Orang tua menahan ragam. Sudah lama aku tak marah-marah lagi. Takut aku kalau imanku rusak karenanya, ibadatku rusak karenanya. Sudah begitu lama aku berbuat baik, beribadat, bertawakal kepada Tuhan. Sudah begitu lama aku menyerahkan diri kepada-Nya. Dan Tuhan akan mengasihi orang yang sabar dan tawakal.”

Pertanyaan: Apakah penyebab konflik cerita di atas?

A. Bualan Ajo Sidi tentang tokoh Kakek

B. Pengkhianatan Ajo Sidi terhadap tokoh Kakek

C… dst. dst.

*****

UN tinggal menunggu detik tapi sampai detik ini saya belum siap Bahasa Indonesia.

Yang tertulis di atas adalah contoh soal prediksi UN Bahasa Indonesia. Cerita tersebut adalah potongan cerpen Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis. Untungnya saya sudah pernah baca Robohnya Surau Kami, jadi bisa jawab. Lah yang belum gimana…

*****

X: …hahaha harusnya nggak kayak gitu! Itu sih aneh, orang tinggal diturunin aja ntar juga nemu!

Gw: Wah sial! Gw salah dong!

*Tiba-tiba teman gw si Z datang dan langsung nyamber*

Z: hahaha gw bener dong! Itu soal fisika nomor x kan! Itu kan persamaan jaraknya tinggal diturunin, nanti dapet percepatannya!

Gw: (dalam hati) Emang lo kira yang diturunin cuma fisika…. Ini lagi bahas soal matematika.

Krik.

*****

Kira-kira saya seperti teman saya Z setiap kali ketemu soal Bahasa Indonesia. Ketemu, lihat ada yang familiar dan enak di hati, langsung jawab. Tipe soal yang seperti ini banyak ditemukan di bagian hikayat dan cerpen.

Yang bikin bingung, jawaban antara siswa, guru A, guru B, dan kunci jawaban sering tidak sehati.

Sudah sekitar 3 bulan saya dilatih dengan puluhan soal supaya bisa jadi cenayang. Tapi sayangnya nggak bisa-bisa! Tolong!

Haduh,kepriwe iki yo.

Kayaknya saya harus menghubungi Alm. Mama Loren buat nemenin saat ujian nanti.