Kalau tidak ada yang bodoh, takkan ada yang disebut pintar

Kalau semuanya laki-laki, takkan ada generasi penerus

Kalau semuanya bisa diramalkan, tentu mekanika kuantum salah

Kalau tidak ada yang sesat, tentu tidak ada yang bisa dibilang benar

Kalau semuanya sama, untuk apa ada bahasa?

Nah, untuk apa memaksakan yang tidak seharusnya dipaksakan? Untuk apa memaksakan membunuh ide, yang toh akan muncul kembali? Untuk apa menyerukan kekerasan untuk ketidakmungkinan?