Di bangku sekolah dasar, kita pernah belajar bahwa fauna di Indonesia dapat dibagi menjadi tipe asiatis, peralihan, dan australia. Hewan tipe asiatis (hidup di Indonesia bagian barat) mirip dengan kawan-kawannya di Benua Asia. Begitupun australia, mirip dengan kawanan hewan yang tinggal di benua Australia. Tipe peralihan, mirip antara keduanya.

Fenomena ini bisa dijelaskan. Semula, diyakini pulau-pulau di Indonesia saling bersambungan. Belum terbentuk lautan luas seperti saat ini. Hal ini memungkinkan hewan-hewan berjalan-jalan di daratan yang luas.

Hingga suatu ketika, terbentuklah lautan yang memisahkan daratan tersebut. Jadilah Kepulauan Indonesia.

Karena terpisah sekian ratus ribu tahun, tak pelak hewan ini harus beradaptasi dengan lingkungannya masing-masing. Karenanya, ada spesies yang mati karena tak tahan, dan yang kuat tetap hidup. Hingga pada akhirnya nampaklah fauna yang berbeda namun mirip.

Tapi, kenapa kucing ada di mana-mana? Tanpa perbedaan mencolok, dan sanggup melalui berbagai keadaan di dunia yang berbeda-beda?

*****

Di Cyprus, tahun 2004 ditemukan fosil kucing dalam kuburan. Berdasarkan penanggalan radioaktif, diyakini fosil tersebut berusia 9.500 tahun. Nampaknya hubungan manusia dengan kucing dimulai saat itu.

Kucing sangat populer di Timur Tengah. Kepala Sphinx, berbentuk kucing. Banyak fosil kucing ditemukan di Mesir. Legenda Romawi mengenal kucing. Bastet, dewa perlingdungan pun wujudnya kucing. Nabi Muhammad menjadikan kucing sebagai hewan kesayangannya.

Kucing sudah terkenal sejak lama. Di peradaban China juga sudah dikenal kucing. Nahlo, gimana mereka nyebrang lautan?

*****

Tidak seperti anjing, kucing rata-rata “berbentuk” sama. Hidung pesek, wajah lebar, berbulu halus, dan lucu. Anjing, beda ras maka beda bentuk. Lihat saja anjing bulldog dengan doberman, misalnya. Sedangkan kucing ya, begitu-begitu aja.

Nah, yang bikin saya bingung:

1. Kucing kok ada di mana-mana? Mungkin ini bisa dijelaskan dengan banyaknya manusia yang membawa-bawa kucing ke berbagai negara sebagai teman. Tapi..

2. Kenapa varian kucing itu-itu saja? Mungkinkah setelah terpaut jauh dari singa dan kawanannya, kucing sudah berteman dengan manusia sehingga dijaga baik, dan variannya sedikit?

Jangan-jangan, kucing yang dibawa di kapal nabi Nuh cuma jenis itu, sehingga yang ada saat ini hanya kucing yang “gitu-gitu aja”, hehe…