Hampir semua orang pernah makan kuaci bunga matahari. Tapi siapa sangka kalau isi biji semangka dan biji melon juga enak dimakan? Biji melinjo dan nangka juga enak. Bahkan biji durian kalau direbus plus dibumbui pun rasanya lumayan.

Kebetulan di halaman rumah saya ada pohon sawo yang berbuah banyak setiap minggunya. Rasa buahnya yang manis memang bikin ketagihan. Biar sering dihidangkan di rumah, tapi saya nggak pernah tertarik mencoba biji sawo. Sampai akhirnya setelah mengamati bentuk biji sawo yang seperti biji kuaci dan semangka, langsung penasaran seperti apa rasanya. Apakah citarasanya seperti biji bunga matahari yang renyah, atau biji melon yang empuk dan segar.

Biji melon adalah biji yang paling lunak kulit luarnya. Sementara biji semangka dan bunga matahari menempati ranking berikutnya. Nah, ternyata biji sawo itu super duper keras. Beruntung gigi saya tidak bermasalah saat membelah biji sawo tersebut.

Didapatlah isi bijinya. Kalau dalam istilah biologi, namanya kotiledon. Warnanya putih bersih seperti kertas fotokopian yang baru dari pabrik. Saya gigit dan..

Gila, pahitnya setengah mati. Kontras sekali dengan rasa buahnya. Kalau Anda pernah coba mengonsumsi brotowali, kira-kira rasa bijinya seperti itu. Pahitnya bertahan lama di tenggorokan seolah-olah tak mau turun ke perut. Dikasih gula pun tak mempan.

Entah zat apa yang bikin biji sawo pahit luar biasa. Padahal kotiledon berisi zat makanan yang berguna untuk perkecambahan nanti jika disemai.

Mungkin tanaman sawo muda suka zat makanan yang pahit.