Cepat puas itu bahaya! Banyak pula tokoh besar yang setuju dengan pernyataan ini. Saya punya sedikit cerita dari pengalaman saya sendiri. Cerita ini mungkin akan terdengar biasa saja. Namun saya rasa cukup relevan dengan tema yang akan kita bahas.

Suatu hari, saya “berguru” dengan teman saya yang super pintar. Kami mengerjakan soal matematika yang notabene susahnya bukan main. Soal demi soal berlalu, tapi selalu dia yang berhasil mengerjakan dengan baik dan cepat. Karena kesal, saya jadi ngebut.

Eh di soal kesekian, teman saya ini salah. Saya bangga karena bisa ngerjain dengan cepat dan benar! Bangganya kelewatan, sampai-sampai kerjaan saya cuma pamer dan pamer.

Tapi, saya nggak memperhatikan kalau di saat saya bersombong ria, dia justru mengerjakan soal lain. Dan lagi-lagi saya ketinggalan jauh dari dia! Ini semua karena cepat puas, dan terlalu lama membanggakan diri.

*****

Nah, dari poin di atas sudah sangat jelas apa yang harus diambil. Jangan cepat puas dan jangan terlalu membanggakan diri sendiri.

“Tidak cepat puas” tidak berarti terlalu ambisius. Sifat terlalu ambisius biasanya tidak berhati-hati dan cenderung teledor.

Tidak cepat puas di sini lebih untuk menghindari diri dari penyakit sombong, dan untuk terus bergerak. Karena orang yang cepat puas akan cenderung menyombongkan apa yang telah diraihnya, dan tidak menyadari kalau orang yang dibawahnya sedang menggunakan kesempatan yang tidak diambil oleh “si cepat puas”.

Manusia sudah ditakdirkan untuk terus bergerak dalam kedinamisan dunia. Selesai meraih sesuatu yang membanggakan, janganlah bersombong diri. Langsunglah berpindah ke pekerjaan lain. Seiring bertambah banyaknya dan semakin beratnya pekerjaan yang dilaksanakan, saya yakin derajat manusia itu akan semakin tinggi.

Selesai menangkap satu penjahat, tangkaplah penjahat yang lain! Penjahat tidak akan pernah habis!

Sifat ini baik (tentunya ketidakcepatpuasan dalam hal yang positif), setidaknya untuk meningkatkan derajat diri sendiri. Dan bisa jadi meningkatkan derajat negara Indonesia ini.

Siapkah Anda untuk terus bergerak?