Yap! Kopaja meluncurkan 20 armadanya yang full AC! Kopaja AC ini melayani rute Ragunan “belakang” – Grogol. Maksud dari Ragunan belakang adalah Pintu Barat Ragunan.

Bagaimana penampakan busnya? Saya mendapat sebuah foto yang saya dapatkan dari situs Tempointeraktif:

Tidak seperti Kopaja lain pada umumnya, Kopaja AC ini berhiaskan cat warna silver-hijau. Walaupun baru 20 armada yang dibuat, namun pihak Kopaja meyakinkan jarak kedatangan antarbus hanya sekitar 10-15 menit. Wow!

Bagaimana dengan tarif? Tarif tetap sama: Rp2.000/orang jauh-dekat. Kapasitas tempat duduk terdiri dari 27 bangku, dan hanya 8 tempat untuk berdiri. Di tiap bus juga akan dipasang semacam papan info elektronik, yang menunjukkan kapasitas bus. Jadi, kalau di papan info tertulis “PENUH” atau semacamnya, tidak usah nge-stop bus ini, karena toh tidak akan berhenti😀

Bagaimana bisa sopirnya tidak berhenti walau sudah penuh? Padahal, armada yang sekarang saja dibiarkan sampai overloaded? Mungkin ini pertanyaan yang muncul di benak Anda. Nah, jadi di Kopaja AC ini sopir sudah tidak menggunakan sistem “kejar setoran”. Sopir digaji tetap, Rp2,5 juta/bulan. Walaupun digaji tetap, sopir tidak bisa berleha-leha dan nilep uang penumpang. Ini karena jumlah penumpang akan tetap dipantau secara elektronik. Penumpang hanya bisa naik dari pintu depan, dan turun dari pintu belakang. Di pintu belakang akan dipasang alat penghitung penumpang elektronik, begitu berita yang dilansir Kompas. Konklusinya, bus tidak akan overloaded, dan sopir tidak akan ugal-ugalan lagi!

Rute AC ini baru akan diluncurkan kepada publik hari Rabu, 3 Agustus 2011. Jadi, kalau sekarang pergi ke terminal bayangan pintu belakang Kebun Binatang Ragunan, jangan heran kalau tidak ada Kopaja AC yang mangkal.

Bus AC ini tidak punya jalur bus seperti Transjakarta😉 Meskipun begitu, penumpang diharapkan merasa nyaman naik Kopaja. Dan yang terpenting, penumpang tetap diharapkan untuk ikut merawat fasilitas umum ini supaya tidak kunjung rusak.

Berminat uji coba hari Rabu nanti?