Ketika sedang shalat Jumat, saat imam melantunkan ayat terakhir surah Al-Fatihah, tiba-tiba seorang anak berteriak, “SEMUA BILANG APAAA?!!”

Tak pelak, jamaah berkata, “Aaaamiiiin.” Dan tak terhindarkan, banyak jamaah yang cekikikan dibuatnya.

Bagaimana lawakan dari kaskus ini menurut Anda? Lucu? Menurut saya memang lucu😀

Tapi sayangnya, kalau dilakukan berulang-ulang, menjadi memuakkan dan sangat menjijikkan.

Sebagai contoh, ketika sedang shalat berjamaah, ada anak kecil yang bercanda sendiri dengan temannya yang lain. Atau, anak kecil yang rewel hingga menangis meraung-raung, tetapi sang orangtua tetap melanjutkan shalatnya. Atau anak kecil yang datang bersama orang tuanya, namun saat shalat, si anak malah sibuk mengganggu (menjawel-jawel, seruduk sana-sini) ke jamaah lain. Sementara setelah shalat, sang orang tua tidak menegur anaknya sama sekali. Atau, anak yang teriak-teriak “amin” keras-keras seperti orang yang diazab tanpa rasa bersalah.

Di sini, sebenarnya saya heran dengan tiga hal: pertama, si anak. Kedua, orangtua. Ketiga, lingkungan.

Si anak, saya heran kenapa bisa anak kecil itu sedemikian semrawutnya, sampai-sampai ketika orang lain diam khusyuk beribadah, dia malah rusak sendiri. Sejujurnya saya heran karena sepengamatan saya, di keluarga besar saya nggak ada saudara saya yang ketika kecil rusuh saat shalat berjamaah. Apa yang salah?

Kedua, orang tua. Rata-rata orang tua yang saya lihat pasti menegur anaknya yang rewel. Tapi hampir pasti pula tidak akan memulangkan anaknya walaupun tahu anaknya nggak bisa diam. Hebatnya, esok harinya sang ortu tetap pergi ke masjid bersama anaknya. Apakah faktor ketidakpedulian orang tua terhadap anak yang menjadikan seperti ini? Saya jadi berpikir, kalau memaksa anak untuk beribadah seperti ini justru bahaya.

Dan yang ketiga, lingkungan. Apakah lingkungan yang mempengaruhi anak menjadi rusuh saat beribadah, walaupun si anak tidak sedang bersama temannya ketika ibadah?

Ah entahlah, yang jelas, saya sangat berharap kepada seluruh orangtua di seantero Indonesia, supaya enggak egois. Kalau anaknya nggak mau diajak, ya mbok jangan memaksakan. Shalat saja di rumah. Takutnya kalau dipaksa-paksa nanti malah jadi atheis seperti di luar sana.

Kalau anaknya yang memang ingin datang ke masjid tapi rusuh, ya mbok dihukum jangan boleh ke masjid lagi.

Soalnya, walaupun saya suka anak kecil, tapi saya (dan pasti banyak lainnya yang) sangat benci kalau ada anak kecil rusuh di masjid.

Sekian tulisan absurd ini.Terima kasih.