Gimana pendapat Anda mengenai gambar di atas? Crowded sekali? Oh tentu. Sayangnya jalanan Jakarta dipenuhi mobil, bukan pejalan kaki. Haha

Kecuali di daerah Casablanca dekat Mega Kuningan.

Hari Jumat, saya pergi ke Mal Ambasador naik angkutan umum. Karena saya datang dari arah Kampung Melayu, maka saya harus menyeberang jalan. Di sini ada bangjo alias lampu lalu lintas khusus penyeberang jalan (ada tombol yang bisa ditekan kalau ingin menyeberang).

Saat saya turun dari angkutan umum, bangjo sedang berwarna merah. Alhasil, saya harus menunggu sampai warna berganti menjadi hijau supaya bisa menyeberang. Akhirnya warna hijau menyala, dan lampu itu berbunyi bip-bip yang temponya bertambah cepat seiring waktu menipis.

Yang bikin saya kagum, pedestrian yang menyeberang luar biasa banyaknya. Kurang lebih seperti gambar di atas. Belum lagi trotoar di sekitar jalan raya juga dipenuhi pejalan kaki yang rata-rata kaum berdasi.

Ternyata Jakarta punya daerah seperti itu. Memang jumlah pejalan kaki tidak lebih banyak dari jumlah pengendara kendaraan bermotor. Tapi saya melihat banyak orang yang jalan kaki, rasanya bahagia sekali. Dan yang pasti, saya masih berharap, supaya seluruh kota Jakarta bisa punya jalur pedestrian kelas atas seperti di Mega Kuningan. Atau kalau bisa, seperti di Tokyo.

Soalnya, untuk menjadi “normal”, manusia butuh berjalan kaki setidaknya 19 km/hari😉

For further reading, read Brain Rules