Pagi ini (5/6) saya menonton acara Insert Pagi di Trans TV, dan mendengar ocehan yang sangat menggelitik saya.

Di salah satu rubrik acaranya, ada presenter cilik bernama Amel. Amel meliput suatu taman wisata yang penuh dengan tanaman dan hewan unik, ditemani seorang ibu-ibu yang menjadi narasumber. Mohon maaf kalau ternyata yang diliput bukan taman wisata. Saya juga tidak tahu nama narasumbernya karena tidak menonton dari awal.

Akhirnya, narasumber menerangkan tentang ‘Tanaman Dinosaurus’. Tanaman tersebut nampaknya tergolong ke dalam genus cycas.  Dikatakan bahwa tanaman itu sudah ada sejak zaman dinosaurus.

Lebih jauh, narasumber tersebut menjelaskan kepada Amel suatu faktor yang menyebabkan tanaman tersebut bisa tetap eksis, dengan nada mendongeng. Dikatakannya, karena tanaman tersebut daunnya berduri, sehingga dijauhi dinosaurus. Dinosaurus tidak mau makan tanaman tersebut, karena kalau dimakan, mulutnya akan berdarah. Karena tidak disentuh dinosaurus, maka tidak punah.

Jreng! Dari beberapa sumber yang telah saya baca, memang ada benarnya kalau beberapa keluarga cycas ada yang masih bertahan hidup sejak zaman mesozoic. Bahkan cenozoic. Tapi, statement kalau tidak punah gara-gara tidak dimakan oleh dinosaurus, saya belum menemukan bukti!

AFAIK, ada baaanyak faktor yang bisa menyebabkan suatu spesies eksis, alias tidak punah. Misalnya tiga faktor yang akan saya bahas di bawah.

Satu, karena dia disukai seleksi alam. Bisa saja tanaman tersebut dimakan oleh spesies non-dinosaurus sejak zaman cenozoic. Tetapi karena daya tahan ekstrimnya yang kuat, dia bisa tetap bertahan. Bisa juga tanaman tersebut seharusnya punah di masa setelah dinosaurus karena kondisi alam yang jauh berbeda pasca kemusnahan dinosaurus (anggaplah kepunahan dinosaurus karena meteor itu benar). Namun karena seleksi alam menyukainya, dia tidak punah.

Buktinya, eucalyptus tidak punah walaupun dimakan oleh koala.

Yang kedua, karena manusia tidak menganggap cycas tersebut sebagai komoditas menarik untuk dijadikan bahan kerajinan, misalnya. Atau karena cycas tersebut tidak menghuni lahan subur yang ingin ditanami tanaman subur oleh manusia. Faktor ini bisa menjadi alasan kenapa tidak punah.

Atau, yang ketiga, karena tidak adanya mutasi gen besar-besaran yang membuat tanaman ini kehilangan kestabilannya sehingga punah.

Well, saya sungguh-sungguh bukan orang ahli. Hanya saja saya harap ya.. tidak asbun begitu saja. Apalagi jika berhadapan dengan anak kecil.

Pada akhirnya, bisa saja ocehan saya salah. Kalau terbukti salah, saya minta referensi yang bisa dipercaya kredibilitasnya supaya bisa sama-sama memperbaiki.

Terima kasih.