Suatu hari saya sedang ada rapat di salah satu kelas di sekolah saya. Saya lihat buku ini teronggok di tumpukan sampah-sampah. Merasa familiar, dan saya baru ingat kalau dulu pada saat saya masih SMP Kick Andy pernah membagi-bagikan buku ini secara gratis. “Pasti ini buku bagus,” pikir saya. Makanya lebih baik saya bawa daripada tidak disentuh atau dibaca (tentunya nanti dikembalikan :D).

Dari covernya yang simpel tapi unik dan tak terlupakan, bisa ditebak kalau buku ini adalah buku motivasi diri. Ditulis oleh Paul Arden, seorang profesional dalam bidang periklanan yang buku lainnya juga masuk kategori best-seller. Tak pelak kalau buku setebal 143 halaman ini dikemas sangat menarik.

Buka saja halaman pertama: terdapat foto seorang pelompat tinggi, A FLOP.

Singkat cerita, semula setiap pelompat tinggi semuanya menggunakan teknik Western Roll, teknik meloncati palang rintangan dengan cara menyejajarkan badan dengan palang rintangan. Hingga akhirnya pada Olimpiade Mexico tahun 1968, seorang atlet lompat tinggi tidak terkenal mendekati palang rintangan yang dipasang setinggi 7 kaki 4,25 inch (sekitar 2,3 meter). Dia melompat tidak dengan cara yang wajar.

Sudah tidak terkenal, meloncati rintangan setinggi itu—yang notabene belum ada yang sanggup memecahkan—pakai cara lompatan yang aneh. Mau jadi apa?

Dan ternyata, dia sanggup meloncati rintangan tersebut. Namanya Dick Fosbury. Teknik melompatnya kemudian terkenal sebagai Fosbury Flop. Bayangkan, mungkin kalau dia tidak mau ambil resiko, sampai saat ini rekor lompat tinggi paling tinggi hanya 5 kaki 8 inch, atau sekitar 1,7 meter😀

Setiap membuka halaman demi halaman, saya nyengar-nyengir sendiri karena isinya yang di luar dugaan. Setiap halaman (hmm, dua halaman) berisi satu kisah dengan didominasi oleh ilustrasi. Dengan cara penyajian seperti ini, buku ini enak dibaca siapa saja dan ilmunya cepat nyantol.

Beberapa bagian di buku ini yang saya sukai:

  1. Kodak. Pada tahun 1882, George Eastman, seorang karyawan bau kencur keluar dari pekerjaannya untuk mendirikan perusahaan fotografi. Setelah sekian tahun usahanya berdiri, dia ubah nama perusahaannya menjadi “Kodak”. Nama jelek yang tidak ada artinya. Tapi ternyata karena nama Kodak-lah perusahaan itu jadi eksis😀
  2. Seorang dosen yang mandi telanjang di kali. Suatu ketika, ada mahasiswi lewat. Spontan dia menutupi wajahnya.
  3. Lebih baik menyesali apa yang telah Anda lakukan daripada menyesali apa yang tidak Anda lakukan.
  4. Jangan pergi kuliah kalau tidak suka. Lebih baik langsung bekerja. Dan
  5. Jangan berpikir negatif mengenai penolakan.

Buku ini diterjemahkan dan diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerbit Esensi, Erlangga Group. Saya tidak tahu apakah buku ini masih tersedia di toko buku atau tidak—tapi intuisi saya bilang tidak. Kalaupun tidak, beli versi Englishnya di amazon.com juga oke😀

Jangan beli bajakan ya!